Inflasi dapat Dikelompokkan Menjadi Dua

Pada dasarnya inflasi dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni inflasi yang terjadi karena hukum permintaan penawaran dan inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya produksi. Permintaan sebuah produk yang lebih tinggi dari penawaran yang ada mengakibatkan harga produk tersebut menjadi tinggi. Di saat orang memburu dollar maka harga dollar naik. Di kala premium menjadi langka maka harganya di eceran menjadi naik.

Inflasi dapat Dikelompokkan Menjadi Dua

Begitu juga dengan kenaikan biaya produksi, Ketika krisis ekonomi terjadi di mana banyak produk dalam negeri yang menggunakan bahan dasar impor yang dipatok dengan dollar, otomatis harganya naik. Akibatnya, harga jual harus dinaikkan supaya perusahaan untung. Terjadilah inflasi yang sangat tajam, yang mencapai 77,63 persen di tahun 1998. Tertinggi selama 25 tahun terakhir.

Kita ambil sebuah contoh. Menabung uang di bank pada dasarnya sama artinya dengan meminjamkan uang tersebut kepada orang lain melalui jasa bank. Uang yang berhasil dikumpulkan oleh bank dari seluruh deposannya itu akan disalurkan kepada para nasabahnya yang membutuhkan pinjaman dalam bentuk kredit.

Tentunya bank akan mengenakan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dari yang mereka berikan kepada para deposannya. Selisih bunga merupakan salah satu sumber penghasilan bank.

Kita tak pernah memusingkan uang kita yang dipinjamkan tersebut karena selain kita merasa aman, kita juga bakal memperoleh bunga dari simpanan tersebut. Nah, tentunya kita mengharapkan bunga yang kita dapatkan itu akan bermanfaat di kemudian hari. Bagaimana jika tingkat inflasi lebih tinggi dari pergerakan suku bunga bank tersebut?

Misalnya satu unit sepeda motor dari negeri Cina saat ini seharga Rp 10 juta. Anda belum mau membelinya karena berpikir harganya akan turun di tahun depan karena faktor persaingan. Anda mendepositokan uang tersebut di bank dengan bunga 20 persen per tahun. Setelah akhir tahun uang Anda telah menjadi Rp 12 juta. Anda berniat membeli motor dari Cina tersebut.

Ternyata harga motor telah berubah menjadi Rp 12,5 juta. Ini artinya tingkat inflasi lebih tinggi dari bunga bank. Jika ini terjadi bukankah lebih baik uang tersebut dibelanjakan sejak awal daripada ditabung?

Memang, pada dasarnya perhitungan bunga bank memasukkan tingkat ekspektasi (harapan) dari inflasi. Bunga sebesar Rp 2 juta yang Anda terima tersebut sudah dipertimbangkan dengan inflasi yang bakal terjadi. Namun dalam hal ini meleset sehingga nilainya lebih rendah dari inflasi yang terjadi.

Kesimpulannya, bukan saja tingkat rate of return sebuah investasi harus tinggi melainkan harus juga lebih tinggi dari tingkat inflasi yang bakal terjadi. Jika tidak, buat apa kita berinvestasi, mendingan dibelanjakan saat ini juga.

Demikian info tentangĀ Inflasi dapat Dikelompokkan Menjadi Dua semoga bermanfaat.

Sumber: Membaca Saham, Ali Arifin

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply