Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?

Di postingan ini kami akan bahas mengenai Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?. Harga merupakan salah satu elemen vital dalam dunia bisnis. Perbedaan harga jual yang sedikit aja bisa berdampak buruk di mana pembeli berpindah ke penjual atau produk lain. Namun ini tak berarti bahwa harga yang lebih mahal akan dijauhi pelanggan. Ilustrasi yang paling simpel misalnya produk obat atau susu.

Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?

Semakin mahal harga produk obat atau susu maka makin diyakini berkhasiat luar biasa. Maka gak aneh akan selalu dicari dan jadi dambaan setiap client. Kenyataannya ini hanyalah masalah persepsi atau selera, sebab enggak semua barang yang harganya lebih mahal punya mutu yang lebih bagus.

Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?

Berikut ini 4 kaidah penetapan harga pada suatu bisnis

1. Penetapan Harga Biaya Produksi Plus (Cost Plus Pricing Method)

Bila produk yang temen-temen jual atau produksi sudah menghasilkan total biaya tertentu, kawan-kawan tinggal mengatrol harganya. Peningkatan harga inilah yang jadi harga jual temen-temen. Katakanlah untuk satu lusin baju mengeluarkan 100 ribu rupiah dan temen-temen tinggal katrol jadi Rp 150.000 (harga jual). Selisih harga jual dan harga produksi sebesar Rp 50.000 yakni keuntungan kawan-kawan.

Sepertinya amat mudah memakai sistem ini. Tinggal dinaikkan prosentase harga sesuai keinginan kalian. Padahal beban-beban enggak terhitung (overhead cost) seringkali malah gak terhitung dan enggak dimunculkan dalam perhitungan jumlah biaya. Alhasil, di akhir tahun, begitu financial statement diaudit, ternyata keuntungan perusahaan amat kecil. Artinya, usaha keras sahabat-sahabat selama ini ternyata mengecewakan.

Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?

2. Penentuan Harga Mark Up (Mark Up Pricing Method)

Permasalahannya ialah seberapa besar nilai profit yang mau kalian terima? Apakah 10 persen, 20%, 50% atau justru 100%? Cara ini lebih simpel sebab sahabat-sahabat tak butuh terlalu mengestimasi aneka biaya lain seperti overhead cost. Cukup tentukan nilai profit yang dikehendaki. Katakanlah 1 lusin gaun mengeluarkan biaya Rp 100 ribu dan ditetapkan mark up-nya sebesar 30%. Berarti harga jual adalah Rp 130.000.

Untuk mencapai hasil yang paling optimum jika teknik ini dipakai, Anda kudu punya data atau informasi mendasar perihal standar keuntungan dari bisnis yang kamu buka dan baru kemudian mark up yang diberlakukan disesuaikan. Apabila membuka restoran atau bisnis makanan nilai profit biasanya (standar) adalah 50 persen, artinya kita harus mendekati angka tersebut.

Jika toko bahan bangunan profit rata-rata adalah 40 persen, artinya sahabat-sahabat mesti mendekati angka tersebut. Semuanya itu dapat kamu survei lewat perusahaan atau usaha yang jadi benchmark dari bisnis Anda tersebut. Istilahnya bisnis yang sama, yang paling terkenal dan omsetnya paling besar.

Hal ini ditempuh agar usaha keras yang kawan-kawan lakukan tak sia-sia, istilahnya kerja capek-capek cuma untuk orang lain atau hanyalah buat membayar sewa, gaji dan lain sebagainya. Di samping itu supaya jangan sampai mark up yang kawan-kawan tetapkan lebih tinggi dari yang ditetapkan bisnis sejenis yang akan menimbulkan kamu mengalami masalah dalam menerapkan strategi penjualan.

Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?

3. Penetapan Harga Mengikuti Pasar (Market Pricing Method)

Umumnya disebut pula penetapan harga mengikuti pesaing. Kalau terdapat yang menjual pada harga berkisar Rp 120.000 – 150.000 per lusin, maka kalian tinggal menyesuaikannya dengan keinginan kawan-kawan, mana yang pas.

Untuk menerapkan sistem ini, temen-temen kudu mengetahui kondisi perusahaan kamu, apa sebagai pemain baru atau pemain lama. apakah termasuk kelompok market leader, market follower atau market nicher. Tentunya makin kuat kondisi perusahaan kalian maka makin besar daya bargaining kawan-kawan terhadap harga jual yang bisa kita aplikasikan. Otomatis laba sahabat-sahabat pun semakin besar.

Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?

4. Penetapan Harga Imbal Hasil (Break Even Point Pricing Method)

Sistem penetapan harga ini dilandasi pada kapan sebaiknya modal yang sudah diinvestasikan dalam bisnis tersebut kembali. Semakin cepat kembali maka semakin baik. Misalnya, andaikan usaha kawan-kawan menghabiskan 100 juta rupiah dan kamu menginginkan modal tersebut kembali dalam jangka waktu 10 bulan, ini berarti tingkat surplus bersih yang mesti sahabat-sahabat capai yaitu Rp 10 juta per bulan.

Buat mendapat surplus tersebut, kamu tinggal menstrategikan bagaimana metodenya agar keuntungan tersebut terlaksana dari penentuan harga jual yang diberlakukan. Setelah jangka waktu 10 bulan maka berikutnya yaitu keuntungan bersih yang bersifat tetap.

Rata-rata penetapan harga awal kalau menggunakan cara ini lebih tinggi dari harga yang seharusnya (pasaran). Akan tetapi kalau modal yang diinvestasikan telah kembali maka harga jualnya akan menjadi lebih murah dari harga produk sejenis.

Sekian informasi mengenai Macam Mana Kaidah Menentukan Harga Jual Suatu Produk dalam Bisnis ?, semoga postingan ini berguna untuk kawan-kawan. Kami Berharap postingan ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply