Membuka Usaha Sebagai Sarana Investasi

Membuka Usaha Sebagai Sarana Investasi – Ada sekelompok orang yang lebih suka berusaha sendiri (berwiraswasta) jika dibandingkan bekerja sebagai karyawan di perusahaan-perusahaan. Alasannya bermacam-macam. Ada yang mewarisi usaha orang tua, ada yang mencari pengalaman atau entrepreneur skill, bahkan ada yang ingin menantang kemampuan pribadi.

Membuka Usaha Sebagai Sarana Investasi

Perhitungannya demikian, biasanya seorang boss atau pemilik usaha membagikan gaji kepada seluruh karyawannya maksimal 30 persen dari total keuntungan bersih perusahaan. Jika Anda digaji tiga juta rupiah per bulan, berarti boss Anda percaya bahwa kontribusi Anda kepada perusahaan melebihi gaji yang Anda terima tersebut.

Nah, kalau orang lain saja (boss Anda) mempercayai kemampuan Anda tersebut, mengapa Anda tidak mempercayai kemampuan Anda dengan berwiraswasta? Tentu hasilnya akan lebih besar dari yang Anda dapatkan jika usaha tersebut berhasil.

Menginvestasikan dana dengan membuka usaha merupakan pilihan yang paling banyak dilakukan orang. Segala bentuk usaha (perusahaan) yang ada merupakan implementasi dari tujuan tersebut. Orang-orang lebih suka membuka usaha karena itulah bidang pekerjaan mereka dan rate of return-nya tidak terbatas bahkan sangat tinggi jika ternyata usaha tersebut berhasil.

Kalau tidak tentunya para pengusaha tidak akan berani meminjam kredit lewat perbankan yang bunganya sangat tinggi. Kalau bunga Plus pinjaman pokoknya mampu dibayar berarti keuntungan yang diraih pasti lebih tinggi dari itu. Selain itu, dengan adanya usaha tersebut maka para pendiri (pemiliknya) bisa berkreativitas serta mengembangkan diri.

Membuka usaha pada dasarnya didasari oleh semangat kemandirian dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). Karenanya tidak semua orang yang terjun berwirausaha berhasil. Hanya mereka yang peka dan kreatif yang akan sukses. Lihat saja ketika di-PHK dalam badai krisis ekonomi lalu, banyak eksekutif (profesional) yang sukses di bidangnya begitu berwirausaha ternyata gagal.

Bekerja untuk orang lain berbeda sekali dibandingkan dengan bekerja untuk diri sendiri. Kalau Anda tidak memiliki kemampuan yang baik dalam hal dana atau skili, Anda bisa joint dengan rekan Anda yang interest serta memiliki visi dan misi yang sama. Anda masih bisa berwirausaha ala franchise seandainya Anda tidak mampu menciptakan ide usaha baru.

Dalam hal ini pilihlah jenis-jenis franchise yang masih berprospek cerah yang berasal dari negeri maju. Apapun yang berasal dari negeri maju biasanya lebih mudah diterapkan di pasar negara berkembang, katakanlah seperti fast food, entertaitment (time zone, ice skating area), spa dan sebagainya jika dibandingkan sebaliknya dari negara berkembang diterapkan di pasar negara maju.

Demikian info tentang Membuka Usaha Sebagai Sarana Investasi semoga bermanfaat.

Sumber: Membaca Saham, Ali Arifin

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply