Tingkat Pengembalian Hasil dari Investasi

Tingkat Pengembalian Hasil dari Investasi – Setiap bentuk investasi yang baik selalu memberikan hasil atau keuntungan. Biasanya dinyatakan dalam hitungan persen per tahun. Perhitungan seperti inilah yang sering disebut dengan tingkat pengembalian hasil atau rate of return. Cara perhitungannya pun cukup sederhana.

Tingkat Pengembalian Hasil dari Investasi

Misalnya Anda mendepositokan uang Anda sebesar Rp 10 juta selama setahun. Pada akhir tahun tersebut ternyata uang Anda telah bertambah menjadi Rp 11 juta. Ini artinya rate of return dari deposito tersebut adalah 10% (Rp 1 juta). Perhitungannya adalah bunga deposito yang diterima dibagi modal awal dikalikan 100%. (1 juta/ 10 juta x 100%).

Katakanlah uang Rp 10 juta tadi tidak jadi Anda depositokan, melainkan diinvestasikan ke dalam usaha rekan Anda dalam bisnis ikan hias. Setiap bulan Anda menerima pembagian keuntungan Rp 200 ribu. Berapakah rate of return investasi ikan hias ini bagi Anda secara pribadi?

Karena keuntungan yang Anda terima dalam hitungan bulanan maka perlu dikalikan 12 (12 x Rp 200 ribu/10 juta x 100% = 24%). Jadi tingkat pengembalian hasil investasi Anda adalah 24% atau Rp 2,4 juta per tahun. Lebih tinggi dari deposito bukan?

Terkadang memang kurang tepat membandingkan rate of return sebuah sarana investasi dengan yang lainnya dengan cara demikian. Alasannya, di samping karena risiko tiap investasi berbeda, juga ditentukan oleh besarnya dana yang diinvestasikan, pendapatan yang diterima dan nilai sisa asset yang bisa jadi masih ada.

Contoh lain, misalnya Anda membeli 1 lot saham dengan harga tiap lembar sahamnya Rp 10.000. Dana yang Anda keluarkan adalah Rp 5 juta (500 x Rp 10.000). Setelah dua tahun Anda menjualnya dengan harga Rp 12.000 / lembar saham. Di samping itu Anda telah menerima deviden untuk tiap lembar saham yang Anda miliki sebesar Rp 1.000. Berapakah rate of return dari saham tersebut?

Harga jual yang Anda peroleh adalah Rp 6 juta (12.000 x 500). Besarnya deviden yang telah Anda terima adalah Rp 500 ribu (1.000 x 500). Rate of return saham tersebut adalah 30% per dua tahun [(6.000.000 – 5.000.000 + 500.000)/5.000.000 x 100%]. Berhubung jangka waktunya adalah dua tahun maka perlu distandarkan menjadi satu tahun (30% dibagi 2 menjadi 15%).

Jadi rate of return saham tersebut adalah 15% per tahun. Di sini terlihat bahwa perhitungan rate or return sebuah investasi dipengaruhi oleh poin penerimaan lainnya, seperti bunga atau deviden (kalau ada). Caranya adalah dengan dijumlahkan sebelum dibagi dengan modal awal. Begitu juga dengan nilai sisa asset jika masih ada.

Semakin tinggi tingkat pengembalian hasil sebuah investasi maka semakin baik untuk dipilih. Meskipun demikian harus diperhatikan juga modal awal yang diinvestasikan. Jika modal investasinya sama maka pilihlah investasi yang rate of return-nya tinggi. Satu hal lagi, tidak cukup bila hanya melihat tingginya pengembalian hasil sebuah investasi, melainkan harus juga membandingkannya dengan pengembalian hasil dari investasi yang sejenis.

Jika untuk usaha dagang makanan rata-rata orang mendapatkan keuntungan 50% sedangkan Anda 40% maka investasi Anda tersebut belum maksimal pengembalian hasilnya. Untuk mengetahui hasil yang paling maksimal, bandingkanlah dengan perusahaan-perusahaan (investasi) yang menjadi semacam standar atau benchmark.

Demikian info tentang Tingkat Pengembalian Hasil dari Investasi semoga bermanfaat.

Sumber: Membaca Saham, Ali Arifin

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply